Kalau kamu sering nonton film, debat di YouTube, atau baca artikel opini berbahasa Inggris, kamu pasti pernah dengar atau baca kalimat, “But at what cost?”. Sekilas terlihat sederhana, tapi frasa ini punya muatan makna yang kuat: mempertanyakan harga yang harus dibayar—bukan hanya soal uang, melainkan juga konsekuensi seperti waktu, kesehatan mental, reputasi, hubungan, lingkungan, bahkan etika.
Di artikel ini, kita kupas tuntas arti “at what cost”, cara pakai yang natural, perbedaannya dengan frasa mirip, konteks paling pas, kesalahan umum, hingga contoh kalimat dan dialog. Cocok buat kamu yang sedang belajar bahasa Inggris dan pengin menulis/berbicara lebih bernas.
Baca juga : Pahami Perbedaan A, An, dan The !!
Apa Arti “At What Cost”?
Secara harfiah, “at what cost” berarti “dengan harga apa / dengan konsekuensi apa”. Dalam penggunaan sehari-hari, frasa ini dipakai sebagai pertanyaan retoris untuk menantang atau mengingatkan: sesuatu mungkin berhasil, tapi apa yang dikorbankan?
- “We won—but at what cost?”
→ “Kita menang—tapi dengan harga apa (apa yang kita korbankan)?”
Jadi fokusnya bukan “berapa harganya?” (nominal), melainkan trade-off: pengorbanan, dampak samping, efek jangka panjang. Inilah yang bikin “at what cost” terasa kritis, reflektif, bahkan dramatis.
Nuansa & Fungsi Retoris
- Reflektif/Kritis – Mengajak pendengar/pembaca mikir dua kali.
“The policy boosts growth, but at what cost to the environment?” - Etis/Moral – Mempertanyakan benar-salah dari cara mencapai hasil.
“He exposed corruption, but at what personal cost?” - Dramatis/Emosional – Menggugah rasa, sering dipakai di film/cerita.
“The hero saves the city—but at what cost?” - Strategis/Manajerial – Mengecek trade-off bisnis atau proyek.
“We can ship faster, but at what cost to quality?”
Struktur Tata Bahasa & Pola Kalimat
Ada beberapa pola yang paling natural:
- Kalimat tanya berdiri sendiri
- “At what cost?”
- “But at what cost?” (versi yang paling sering terdengar)
- Diikuti keterangan dampak (prepositional phrase)
- “At what cost to the team?”
- “At what cost to our health?”
- “At what cost to the environment?”
- Sebagai penekanan di akhir kalimat
- “We can hit the target—at what cost?”
- Dalam kalimat penuh (interogatif)
- “At what cost did they win the contract?”
Catatan gaya:
• Gunakan preposisi “at” (bukan with/for).
• Biasanya menggunakan tunggal “cost”, bukan costs, karena di sini “cost” = konsep harga/konsekuensi sebagai satu entitas.
• Tanda tanya wajib kalau bentuknya pertanyaan.
Perbandingan dengan Frasa Mirip
- “At what cost” vs “How much does it cost?”
→ Yang kedua literal tanya harga (uang). Yang pertama soal konsekuensi luas. - “At what cost” vs “At all costs”
→ “At all costs” artinya “bagaimanapun caranya / apapun yang terjadi”. Ini bukan mempertanyakan, tapi menegaskan tekad.
Contoh: “We must protect the data at all costs.” - “At what cost” vs “At what price” / “At what expense”
→ Mirip, bisa saling menggantikan. “At what expense” terdengar sedikit lebih formal. - “Is it worth it?”
→ Mirip makna, tapi lebih umum dan ringan. “At what cost?” terasa lebih tajam. - “What’s the catch?”
→ Menanyakan jebakan/ketidakjujuran. Beda fokus; “at what cost” bisa jujur tapi tetap mahal konsekuensinya.
Kolokasi Umum: At What Cost + to …
Biar makin natural, frasa ini sering diikuti “to + noun” yang menunjukkan pihak/hal yang terdampak:
- to the environment (lingkungan)
- to our health / mental health (kesehatan)
- to society / to the public (masyarakat)
- to the team / to morale (tim/semangat)
- to quality / to safety (mutu/keselamatan)
- to our reputation / credibility (reputasi)
- to future generations (generasi mendatang)
- to democracy / to the rule of law (demokrasi/aturan hukum)
Contoh: “Yes, automation cuts costs, but at what cost to jobs?”
Contoh Kalimat “At What Cost” + Terjemahan
- “We broke the sales record, but at what cost?”
→ “Kita pecahkan rekor penjualan, tapi dengan harga apa?” - “You can rush the launch, but at what cost to quality?”
→ “Kamu bisa percepat peluncuran, tapi dengan konsekuensi apa ke kualitas?” - “They won the case, at what cost to their reputation?”
→ “Mereka menang perkara, dengan harga apa ke reputasi mereka?” - “We achieved growth, but at what cost to the environment?”
→ “Kita capai pertumbuhan, tapi dengan dampak apa ke lingkungan?” - “He kept working overtime—at what cost to his health?”
→ “Dia terus lembur—dengan harga apa terhadap kesehatannya?” - “You can keep the secret, but at what cost to your integrity?”
→ “Kamu bisa simpan rahasia itu, tapi dengan konsekuensi apa bagi integritasmu?” - “The merger looks profitable—at what cost to employees?”
→ “Merger ini terlihat menguntungkan—dengan konsekuensi apa untuk karyawan?” - “We cut the budget, but at what cost to safety?”
→ “Kita pangkas anggaran, tapi dengan risiko apa bagi keselamatan?” - “They secured the contract—at what cost?”
→ “Mereka dapat kontraknya—tapi dengan harga apa?” - “Sure, we can go viral—but at what cost to credibility?”
→ “Ya, kita bisa viral—tapi dengan dampak apa ke kredibilitas?”
Dialog Mini: Dari Kantor sampai Percakapan Pribadi
A. Konteks Bisnis/Produk
- PM: “If we remove half the tests, we can ship next week.”
- QA: “Maybe—but at what cost to quality and user trust?”
- PM: “Fair point. Let’s keep the critical tests.”
B. Kesehatan & Work–Life Balance
- Teman: “I might take a second job to pay off debt faster.”
- Kamu: “Understandable—but at what cost to your health and sleep?”
C. Etika & Hubungan
- A: “He leaked the info to win the argument.”
- B: “He won—but at what cost to his integrity?”
D. Lingkungan
- A: “This method triples output.”
- B: “Impressive, but at what cost to the environment?”
Cara Merespons Pertanyaan “At What Cost?”
Kalau kamu ditanya “At what cost?”, jawablah dengan menyebut pengorbanan secara eksplisit:
- “At the cost of… / At the expense of…”
“At the cost of employee well-being.”
“At the expense of long-term sustainability.” - “By sacrificing…”
“By sacrificing weekends and time with family.” - “It would likely hurt…”
“It would likely hurt product reliability in the long run.” - “Financially minor, ethically major.”
(Kontras yang jelas sering bantu mempertegas pertimbangan.)
Penggunaan di Tulisan Formal vs Santai
- Formal/akademik:
“The policy increases GDP, but at what cost to intergenerational equity?”
Alternatif: “This entails significant trade-offs for…”, “This improvement comes at the expense of …” - Santai/percakapan:
“You can do it—but at what cost?”
Atau versi paling ringan: “Worth it?”
Tip gaya: di laporan bisnis, jangan terlalu sering mengulang frasa yang sama. Variasikan dengan trade-off, downside, opportunity cost, externalities, dll.
Kesalahan Umum (dan Perbaikannya)
- Mencampur dengan “How much does it cost?”
→ Yang ditanya bukan harga uang. Fokus pada konsekuensi. - Memakai “with what cost / for what cost”
→ Bentuk natural: “at what cost”. - Menulis “at what costs” (jamak)
→ Umumnya “cost” tunggal. - Lupa tanda tanya
→ Ingat, ini pertanyaan (sering retoris), jadi tulis “?”. - Overuse tanpa isi
→ Setelah bertanya “At what cost?”, jelaskan trade-off-nya. Jangan cuma dramatis doang.
Latihan Singkat
A. Lengkapi frasa yang tepat (at what cost / at all costs / how much does it cost).
- We can hit the deadline—?
- We must protect user data .
- I love this jacket; __ __ __ __ __? (saya ingin tahu harganya)
Jawaban:
- At what cost?
- at all costs.
- How much does it cost?
B. Parafrase dengan “at what cost”.
Kalimat: “We can double production, but this might harm worker safety.”
→ “We can double production—but at what cost to worker safety?”
C. Pilih padanan paling natural.
- “At __ expense to the environment?”
a) what b) which c) whose
Jawaban: a) what - “He won the lawsuit—__ at what cost to his reputation.”
a) and b) but c) so
Jawaban: b) but
“At What Cost” dalam Penulisan Esai & Presentasi
Agar frasa ini berdaya, ikuti tiga langkah:
- Nyatakan klaim/hasil.
“The campaign increased conversions by 40%.” - Tantang dengan pertanyaan.
“But at what cost to customer satisfaction?” - Berikan data/analisis singkat.
“NPS dropped by 12 points and churn rose 4%.”
Dengan pola ini, “at what cost” bukan cuma hiasan, tetapi alat analisis yang membantu pengambilan keputusan.
Variasi yang Berguna
- “At what price?” – sinonim umum.
- “At what expense?” – terasa lebih formal.
- “At what personal/human/social cost?” – memperjelas jenis pengorbanan.
- “What’s the trade-off here?” – gaya bisnis, langsung ke intinya.
- “Is it worth the cost?” / “Is it worth it?” – versi ringan, mengajak menilai manfaat vs kerugian.
Ringkasan Praktis
- Makna utama: “At what cost” = dengan konsekuensi apa (bukan sekadar uang).
- Fungsi: retoris, kritis, etis, atau strategis untuk menilai trade-off.
- Pola umum:
- “At what cost?” / “But at what cost?”
- “At what cost to + noun?”
- “At what cost?” / “But at what cost?”
- Jangan tertukar dengan “How much does it cost?” (harga nominal) dan “At all costs” (bagaimanapun caranya).
- Gunakan data/argumen setelah bertanya, agar diskusi tidak sekadar dramatis.
Penutup
Frasa “at what cost” adalah alat bahasa yang ringkas tapi tajam untuk mengukur kualitas sebuah pencapaian. Dengan bertanya “hasil ini diraih, tapi dengan konsekuensi apa?”, kita diajak melihat gambaran besar: etika, keberlanjutan, dampak manusia, dan masa depan. Baik di rapat produk, diskusi publik, maupun percakapan pribadi, “at what cost” membantu kita nggak cuma mengejar angka, tetapi juga menjaga nilai.
Coba praktikkan di tulisan atau presentasimu. Saat semua orang fokus pada “seberapa cepat, seberapa tinggi, seberapa banyak”, kamu bisa menambahkan pertanyaan kunci: “But at what cost?”—dan membawa percakapan ke level yang lebih bijak.Kalau menurut kalian artikel kami sangat bagus dan bermanfaat, jangan lupa share artikel kami di media sosial kalian. Dan kabarin juga teman kalian yang ingin belajar bahasa Inggris. Jangan lupa untuk follow akun instagram, akun tiktok, akun youtube, dan akun twitter kami ya teman-teman. Kalau kamu tertarik untuk belajar bahasa Inggris, kamu bisa kunjungi website kami disini.